Hari ini pertandingan final. kami tim piala Sudirman
Indonesia secara mengejutkan berhasil mengusir tim Korea di Semifinal kemarin
dengan skor 3-2.
Banyak pemberitaan yang mengatakan bahwa kami menang atas
tim Korea karena pemain-pemainnya banyak yang mengalami cidera. Memang benar,
kemarin Ganda Putra Korea memutuskan mengundurkan diri ditengah pertandingan
karena cidera kaki yang sudah terjadi semenjak pertandingan sebelumnya melawan
tim Malaysia.
Tapi pernyataan itu tak semuanya benar. Ganda Putri kami
yang dipandang sebelah mata berhasil menyumbangkan poin dan menjadi penentu
kemenangan setelah pertandingan sebelumnya di Ganda Campuran kami berhasil
memetik angka.
Lawan kami di final adalah tim China yang sangat terkenal dengan
adidayanya di dunia bulutangkis. Tapi pertandingan nanti tidak membuat kami
takut, bahkan pertandingan nanti akan menjadi ajang pembuktian bahwa ucapan tim
China kemarin salah.
Kemarin di sesi jumpa pers, tim China membuat pernyataan
kontroversional yang membuat kami termotivasi
agar mereka menarik kata-katanya itu. “tim Indonesia tidak ada apa-apanya.
Kami akan menang tanpa memberikan satu set pun!” ujar pelatih tim China Li Hong
di depan pers.
“untuk pertandingan nanti tunjukan kemampuan terbaik kalian.
Tunjukan bahwa kemenangan kemarin melawan Korea bukan karena keberuntungan!” teriak pak Januar menejer tim kami memberi
semangat.
Akhirnya pertandingan dimulai. partai pertama Ganda Putri
kami yang kemarin membuat kejutan kali ini
tidak dapat menahan gempuran putri-putri China setelah kalah dua set
langsung. Partai selanjutnya Ganda Putra Indonesia juga tidak dapat menahan
kehebatan Cai Yun/Fu Haifeng setelah kalah telak dua set langsung.
Tapi kami bisa sedikit memperpanjang bernafas setelah Ganda Campuran
kami, Tantowi/Liliyana berhasil meredam keagresifan pasangan nomer satu dunia
dalam pertandingan ketat tiga set.
Selanjutnya partai ke-empat, Li Hong yang sudah terlanjur
kesal akibat kekalahan partai Ganda Campuran tadi berkata kepada Wang Lili, Tunggal
Putri China yang akan bermain sekarang “kalahkan Indonesia dalam waktu kurang
dari 15 menit!” dengan sombongnya.
Rifki menghampiri ku yang sesaat lagi akan bertanding
melawan Wang Lili, “May, menangkan partai ini! Aku akan bawa pulang piala
Sudirman kembali ke negri kita jika kamu dan aku bisa memenangkan partai yang
tersisa ini!” kata nya memberiku semangat.
Pertandingan dilanjutkan. aku tahu bahwa Wang Lili adalah
tipe pemain penyerang yang sangat mengandalkan smash-smash tajamnya, itu sebabnya aku selalu berusaha untuk
menurunkan cock agar Lili tidak dapat menyemesh-nya. dan terbukti, aku berhasil
menjalankan taktikku dan merebut set pertama tanpa kesulitan.
Namun di set dua pertandingan berubah drastis. Lili sudah
mengetahui taktik-ku dan dengan berani dia mengajaku duel didepan net agar aku mengangkat cock. Tapi dengan sepenuh
tenaga aku mengejar kemanapun arah cock lalu balik menyerangnya. dan GAME! Aku
berhasil memenangkan partai ini dan membuat kedudukan sama 2-2.
Sungguh diluar dugaan. Tim China terutama Li Hong melihat
dengan tatapan tak percaya bahwa tim kami yang mereka anggap tidak ada
apa-apanya berhasil menahan kehebatan anak didikannya yang rata-rata
berperingkat satu dunia semua.
Partai ke-lima sekaligus pertandingan penentu akan segera
dimulai. Kali ini giliran Rifki yang akan bertanding sedang pemanasan didalam
lapangan. aku duduk ditempat official Indonesia beserta pemain lainnya di
sebelah lapangan utama. Saat ku lirik handphone
genggam, aku melihat banyak pesan yang setelah ku buka isinya adalah ucapkan
selamat.
Tapi aku tak mau cepat berbangga, ucapan selamat yang
sebenarnya akan terjadi jika tim kami mampu membawa pulang piala sudirman ke
tanah air.
Tak ku sangka, ternyata pertandingan sudah dimulai. Rifki
bermain seperti kesetanan. Lin Dan Tunggal Putra nomer satu dunia sekaligus captain tim China tak berkerkutik
melawan Rifki.
“gila, itu Rifki mainnya kaya kesetanan.” komentar Tantowi
yang tadi menang di Ganda Campuran.
Akhirnya gim pertama dimenangkan Rifki. “sekarang hanya
butuh satu set lagi untuk menang. Tetap pada taktik yang tadi dan jaga
konsentrasi” intruksi pak Sutomo pelatihnya.
Game kedua kembali dimulai. kali ini Lin Dan menunjukan
kehebatan yang sebenarnya. serangan kilatnya sangat mudah menembus pertahanan
Rifki yang di game pertama sangat kokoh.
Rifki terlihat putus asa. permainannya kali ini sangat
buruk, serangannya pun sangat mudah dibaca Lin Dan. Aku tak mau itu terjadi,
tanpa basa-basi aku langsung berdiri sambil berteriak sekeras-kerasnya, “KENAPA
JADI BEGINI? SERANG DIA KEMBALI RIFKI! INGAT JANJIMU TADI!!” sejenak
orang-orang berada disebelahku terdiam bingung. Official dan para pemain China
pun heran melihatku termasuk Lin Dan dan Rifki.
Aku bisa melihat Rifki tersenyum. Lalu ku acungkan kedua
jempol sambil berkata “SELESAIKAN PARTAI INI RIFKI!” suasana menjadi riuh. Kali
ini teman-teman pemain di sebelahku ikut memberi semangat sambil berkata “IN DO
NE SIA” di ikuti suara “jreng..jreng..jreng..jreng..jreng” dari suara banyak pasang
botol aqua kosong bekas minum kami.
Kali ini Rifki kembali seperti kemasukan setan, permainannya
kembali seperti di set pertama. Serangan yang semakin cepat dan pertahanan yang
semakin kokoh pun diperlihatkan.
Setelah melalui pertandingan alot, kami kembali berteriak
MENANGGG! Kami semua memasuki lapangan dan memeluk Rifki yang terbaring saking
senangnya.
Kami berhasil melaksanakan misi kami. bukan untuk membawa
pulang piala Sudirman, tapi misi untuk membuktikan kepada tim China terutama
pelatihnya Li Hong bahwa ucapannya yang meremehkan kami itu ternyata salah
besar.
+ komentar + 1 komentar
Baguuss.. :)
Posting Komentar