Headlines News :
Home » » Jangan Remehkan Kami

Jangan Remehkan Kami

Written By Unknown on Sabtu, 23 Februari 2013 | 05.41


Hari ini pertandingan final. kami tim piala Sudirman Indonesia secara mengejutkan berhasil mengusir tim Korea di Semifinal kemarin dengan skor 3-2.
Banyak pemberitaan yang mengatakan bahwa kami menang atas tim Korea karena pemain-pemainnya banyak yang mengalami cidera. Memang benar, kemarin Ganda Putra Korea memutuskan mengundurkan diri ditengah pertandingan karena cidera kaki yang sudah terjadi semenjak pertandingan sebelumnya melawan tim Malaysia.

Tapi pernyataan itu tak semuanya benar. Ganda Putri kami yang dipandang sebelah mata berhasil menyumbangkan poin dan menjadi penentu kemenangan setelah pertandingan sebelumnya di Ganda Campuran kami berhasil memetik angka.
Lawan kami di final adalah tim China yang sangat terkenal dengan adidayanya di dunia bulutangkis. Tapi pertandingan nanti tidak membuat kami takut, bahkan pertandingan nanti akan menjadi ajang pembuktian bahwa ucapan tim China kemarin salah.
Kemarin di sesi jumpa pers, tim China membuat pernyataan kontroversional yang membuat kami termotivasi  agar mereka menarik kata-katanya itu. “tim Indonesia tidak ada apa-apanya. Kami akan menang tanpa memberikan satu set pun!” ujar pelatih tim China Li Hong di depan pers.
“untuk pertandingan nanti tunjukan kemampuan terbaik kalian. Tunjukan bahwa kemenangan kemarin melawan Korea bukan karena keberuntungan!”  teriak pak Januar menejer tim kami memberi semangat.
Akhirnya pertandingan dimulai. partai pertama Ganda Putri kami yang kemarin membuat kejutan kali ini  tidak dapat menahan gempuran putri-putri China setelah kalah dua set langsung. Partai selanjutnya Ganda Putra Indonesia juga tidak dapat menahan kehebatan Cai Yun/Fu Haifeng setelah kalah telak dua set langsung.
Tapi kami bisa sedikit memperpanjang bernafas setelah Ganda Campuran kami, Tantowi/Liliyana berhasil meredam keagresifan pasangan nomer satu dunia dalam pertandingan ketat tiga set.
Selanjutnya partai ke-empat, Li Hong yang sudah terlanjur kesal akibat kekalahan partai Ganda Campuran tadi berkata kepada Wang Lili, Tunggal Putri China yang akan bermain sekarang “kalahkan Indonesia dalam waktu kurang dari 15 menit!” dengan sombongnya.
Rifki menghampiri ku yang sesaat lagi akan bertanding melawan Wang Lili, “May, menangkan partai ini! Aku akan bawa pulang piala Sudirman kembali ke negri kita jika kamu dan aku bisa memenangkan partai yang tersisa ini!” kata nya memberiku semangat.
Pertandingan dilanjutkan. aku tahu bahwa Wang Lili adalah tipe pemain penyerang yang sangat mengandalkan smash-smash tajamnya, itu sebabnya aku selalu berusaha untuk menurunkan cock agar Lili tidak dapat menyemesh-nya. dan terbukti, aku berhasil menjalankan taktikku dan merebut set pertama tanpa kesulitan.
Namun di set dua pertandingan berubah drastis. Lili sudah mengetahui taktik-ku dan dengan berani dia mengajaku duel didepan net agar aku mengangkat cock. Tapi dengan sepenuh tenaga aku mengejar kemanapun arah cock lalu balik menyerangnya. dan GAME! Aku berhasil memenangkan partai ini dan membuat kedudukan sama 2-2.
Sungguh diluar dugaan. Tim China terutama Li Hong melihat dengan tatapan tak percaya bahwa tim kami yang mereka anggap tidak ada apa-apanya berhasil menahan kehebatan anak didikannya yang rata-rata berperingkat satu dunia semua.
Partai ke-lima sekaligus pertandingan penentu akan segera dimulai. Kali ini giliran Rifki yang akan bertanding sedang pemanasan didalam lapangan. aku duduk ditempat official Indonesia beserta pemain lainnya di sebelah lapangan utama. Saat ku lirik handphone genggam, aku melihat banyak pesan yang setelah ku buka isinya adalah ucapkan selamat.
Tapi aku tak mau cepat berbangga, ucapan selamat yang sebenarnya akan terjadi jika tim kami mampu membawa pulang piala sudirman ke tanah air.
Tak ku sangka, ternyata pertandingan sudah dimulai. Rifki bermain seperti kesetanan. Lin Dan Tunggal Putra nomer satu dunia sekaligus captain tim China tak berkerkutik melawan Rifki.
“gila, itu Rifki mainnya kaya kesetanan.” komentar Tantowi yang tadi menang di Ganda Campuran.
Akhirnya gim pertama dimenangkan Rifki. “sekarang hanya butuh satu set lagi untuk menang. Tetap pada taktik yang tadi dan jaga konsentrasi” intruksi pak Sutomo pelatihnya.
Game kedua kembali dimulai. kali ini Lin Dan menunjukan kehebatan yang sebenarnya. serangan kilatnya sangat mudah menembus pertahanan Rifki yang di game pertama sangat kokoh.
Rifki terlihat putus asa. permainannya kali ini sangat buruk, serangannya pun sangat mudah dibaca Lin Dan. Aku tak mau itu terjadi, tanpa basa-basi aku langsung berdiri sambil berteriak sekeras-kerasnya, “KENAPA JADI BEGINI? SERANG DIA KEMBALI RIFKI! INGAT JANJIMU TADI!!” sejenak orang-orang berada disebelahku terdiam bingung. Official dan para pemain China pun heran melihatku termasuk Lin Dan dan Rifki.
Aku bisa melihat Rifki tersenyum. Lalu ku acungkan kedua jempol sambil berkata “SELESAIKAN PARTAI INI RIFKI!” suasana menjadi riuh. Kali ini teman-teman pemain di sebelahku ikut memberi semangat sambil berkata “IN DO NE SIA” di ikuti suara “jreng..jreng..jreng..jreng..jreng” dari suara banyak pasang botol aqua kosong bekas minum kami.
Kali ini Rifki kembali seperti kemasukan setan, permainannya kembali seperti di set pertama. Serangan yang semakin cepat dan pertahanan yang semakin kokoh pun diperlihatkan.
Setelah melalui pertandingan alot, kami kembali berteriak MENANGGG! Kami semua memasuki lapangan dan memeluk Rifki yang terbaring saking senangnya.
Kami berhasil melaksanakan misi kami. bukan untuk membawa pulang piala Sudirman, tapi misi untuk membuktikan kepada tim China terutama pelatihnya Li Hong bahwa ucapannya yang meremehkan kami itu ternyata salah besar.
Share this post :

+ komentar + 1 komentar

7 Mei 2013 pukul 23.57

Baguuss.. :)

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Curhat BL - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger